Pasar properti Dubai menutup tahun 2025 dengan momentum yang masih utuh, karena permintaan akan rumah siap pakai di lokasi-lokasi utama tetap kuat dan pasar sewa melonjak ke titik tertinggi baru, memperkuat status emirat sebagai salah satu pusat real estat paling aktif di dunia.
Data baru dari Laporan Pasar Properti Tahunan Dubai dari dubizzle memberikan gambaran pasar yang semakin meluas, dengan pembeli, penyewa, dan investor menyebarkan aktivitas di komunitas mewah, kelas menengah, dan terjangkau.
Volume transaksi di seluruh properti siap pakai tetap bertahan sepanjang tahun, bahkan ketika penjualan di luar rencana mendominasi berita utama. Para analis mengatakan keseimbangan ini telah menjadi ciri khas siklus Dubai pasca-pandemi, karena pengguna akhir semakin memprioritaskan unit-unit yang sudah selesai dibangun dan menawarkan hunian segera, biaya layanan yang dapat diprediksi, dan permintaan sewa yang terbukti. Dubai Marina sekali lagi menduduki puncak daftar lokasi apartemen siap pakai yang paling dicari di segmen mewah, didukung oleh gaya hidup tepi laut, infrastruktur yang matang, dan hasil sewa yang konsisten. Dalam kategori kelas menengah, Jumeirah Village Circle mengkonsolidasikan posisinya sebagai favorit pembeli dan penyewa, sementara International City terus menarik investor yang sadar biaya yang mengejar tingkat hunian tinggi dan harga entry-level.
Pasar vila mengikuti pola serupa. Damac Lagoons muncul sebagai destinasi vila mewah yang paling banyak diminati, mencerminkan minat yang berkelanjutan terhadap komunitas yang ternama dan terencana. Al Furjan dan Damac Hills 2 mendominasi segmen vila kelas menengah dan terjangkau, didukung oleh tata ruang yang berorientasi keluarga dan peningkatan konektivitas. Salah satu yang berkinerja menonjol adalah Dubai Investment Park, dengan rata-rata harga vila naik menjadi sekitar Dh2,17 juta, yang menandai peningkatan tahunan terkuat di segmen ini. Pada basis per kaki persegi, harga vila di wilayah yang sama melonjak hingga sekitar Dh773, sementara Dubai Silicon Oasis mencatat kenaikan paling tajam di antara harga apartemen, dengan harga mencapai sekitar Dh1,501 per kaki persegi.
Pengembalian dana tetap menjadi daya tarik utama. Town Square menghasilkan laba atas investasi tertinggi untuk apartemen kelas menengah, yakni sekitar 7,72 persen, sementara Damac Lagoons memimpin segmen vila dengan laba sekitar 10,46 persen. Menurut konsultan pasar, imbal hasil ini tetap terlihat menarik jika dibandingkan dengan kota-kota global seperti London, Singapura atau Hong Kong, terutama di tengah kondisi di mana suku bunga diperkirakan akan turun secara bertahap pada tahun 2026.
Haider Ali Khan, CEO Bayut dan dubizzle serta CEO Dubizzle Group Mena, mengatakan evolusi pasar pada tahun 2025 tidak hanya ditandai oleh pertumbuhan, tetapi juga oleh kematangan yang lebih baik. Dia menyebutkan peraturan yang lebih kuat, peningkatan transparansi, dan inovasi baru seperti tokenisasi real estate sebagai faktor yang memperdalam kepercayaan investor. Dengan banyaknya serah terima yang dijadwalkan dalam dua tahun ke depan, Khan mengatakan periode mendatang akan sangat penting dalam membentuk fase berikutnya dari siklus properti Dubai.
Meskipun rumah siap pakai terus menarik minat, segmen off-plan tetap menjadi mesin pertumbuhan yang kuat. Peluncuran apartemen mewah di Dubai Marina, Dubai Hills Estate, dan Dubai Creek Harbour terus menarik pembeli regional dan internasional, sementara proyek tingkat menengah di Business Bay, JVC, dan Al Furjan menarik investor yang mencari ukuran tiket lebih rendah.
Opsi off-plan yang terjangkau di Dubai Investment Park, Dubai Land Residence Complex, dan Dubai South mendapatkan daya tarik, didukung oleh rencana pembayaran yang fleksibel dan kedekatannya dengan pusat pekerjaan. Di sektor vila, Damac Lagoons, The Valley by Emaar dan Mohammed Bin Rashid City memimpin permintaan kemewahan, sementara Arabian Ranches 3, Mudon dan Nad Al Sheba populer di segmen kelas menengah.
Pasar sewa adalah salah satu indikator paling jelas dari ekspansi ekonomi Dubai pada tahun 2025. Pertumbuhan populasi, penciptaan lapangan kerja, dan arus pariwisata yang berkelanjutan membuat permintaan tetap tinggi di sebagian besar lingkungan. Dubai Marina tetap menjadi pilihan utama penyewa apartemen mewah, sementara JVC dan International City memimpin segmen menengah dan terjangkau. Harga sewa rata-rata di Kota Internasional naik menjadi sekitar Dh53.000, menandai salah satu kenaikan paling tajam di kalangan komunitas anggaran. Di pasar persewaan vila, Al Barsha menduduki puncak segmen mewah, sementara Al Furjan dan DAMAC Hills 2 mendominasi permintaan kelas menengah dan terjangkau.
Beberapa kenaikan harga sewa yang paling tajam didorong oleh pasokan baru. Di Arabian Ranches 3, harga sewa rata-rata untuk vila kelas menengah melonjak hampir 46 persen menjadi sekitar Dh254,000, sebagian besar disebabkan oleh serah terima di Caya. Unit dengan empat kamar tidur memimpin lonjakan tersebut, mencatat peningkatan sekitar 69 persen, menurut data dubizzle.
Penyewaan jangka pendek juga tetap tinggi, didukung oleh jumlah pariwisata yang kuat dan peningkatan gaya hidup yang fleksibel. Apartemen kelas atas di Dubai Marina, Pusat Kota Dubai, dan Kota Meydan selalu diminati, sementara Palm Jumeirah dan Dubai Hills Estate memimpin segmen vila mewah.
Menatap tahun 2026, sebagian besar ahli memperkirakan pasar properti Dubai akan bertransisi ke fase pertumbuhan yang lebih moderat namun berkelanjutan. CBRE dan JLL mencatat bahwa walaupun pertumbuhan harga kemungkinan akan melambat, faktor fundamental seperti masuknya populasi, belanja infrastruktur dan diversifikasi ekonomi akan terus mendukung permintaan.
