Adnoc Gas menandatangani kesepakatan LNG senilai $3 miliar selama 10 tahun dengan Hindustan Petroleum

Adnoc Gas dan anak perusahaannya pada hari Senin mengumumkan penandatanganan perjanjian jual beli senilai antara $2,5 – $3 miliar untuk jangka waktu sepuluh tahun dengan Hindustan Petroleum Corporation Limited (HPCL).

Perjanjian tersebut diumumkan saat Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan melakukan kunjungan ke India, di mana ia bertemu dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi.

Selama kunjungan tersebut, Dr Sultan Ahmed Al Jaber, Menteri Perindustrian dan Teknologi Maju UEA dan Direktur Pelaksana dan CEO Grup Adnoc dan Vikas Kaushal, Ketua dan Direktur Pelaksana Hindustan Petroleum Corporation Limited bertukar kontrak yang telah ditandatangani, menegaskan kembali pentingnya pertumbuhan hubungan antara Adnoc, mitra dan pelanggannya di India.

Fatema Al Nuaimi, Chief Executive Officer, Adnoc Gas, mengatakan: “Kami sangat senang menandatangani perjanjian pasokan LNG jangka panjang dengan Hindustan Petroleum Corporation yang mencerminkan kemitraan energi yang kuat dan berkembang antara UEA dan India. Perjanjian ini menggarisbawahi komitmen Adnoc Gas untuk menyediakan LNG yang andal guna memenuhi permintaan global, sekaligus mendukung ambisi India untuk meningkatkan gas alam hingga 15% dari bauran energinya pada tahun 2030.”

Perjanjian ini mengubah Pokok Perjanjian yang telah ditandatangani sebelumnya antara kedua perusahaan menjadi SPA jangka panjang dan bernilai sekitar $2,5-3 miliar selama durasinya, untuk ekspor 0,5 juta ton per tahun (mtpa) gas alam cair (LNG). Perjanjian penting ini mewakili langkah lebih lanjut dalam memperkuat kemitraan strategis antara UEA dan India, sekaligus memperkuat peran Adnoc Gas sebagai pemasok LNG yang andal dan terpercaya ke pasar Asia yang berkembang pesat.

Kini nilai total kontrak yang didukung dan dioperasikan oleh Adnoc Gas mencapai lebih dari $20 miliar. India kini menjadi pelanggan terbesar UEA dan bagian yang sangat penting dari strategi LNG Adnoc Gas. Pertumbuhan perusahaan ini terkait dengan kesuksesan India yang berkelanjutan.

Pada tahun 2029 Adnoc Gas akan menjadi operator untuk 15,6 MTPA LNG dan 3,2 MTPA tersebut dikontrak oleh perusahaan energi India termasuk HPCL. Perjanjian ini akan dipasok dari fasilitas pencairan Pulau Das milik Adnoc Gas, yang memiliki kapasitas produksi hingga 6 mtpa dan merupakan salah satu kilang LNG yang beroperasi paling lama di dunia. Sejak memulai operasinya, Pulau Das telah mengirimkan lebih dari 3.500 kargo LNG secara global, yang menunjukkan kinerja operasional yang kuat dan keandalan yang bertahan lama.

Perjanjian Hindustan Petroleum sejalan dengan strategi Adnoc Gas untuk memperluas basis pelanggannya dan memperluas kehadirannya di India dan di pasar-pasar pertumbuhan utama di Asia. Selama tiga tahun terakhir, Perseroan telah mendapatkan serangkaian perjanjian LNG jangka panjang yang berkisar antara 0,4 hingga 1,2 mtpa, dengan durasi kontrak hingga 14 tahun. Kontrak-kontrak ini semakin memperkuat posisi Adnoc Gas sebagai pemasok terkemuka LNG rendah karbon yang dapat diandalkan ke pasar energi Asia yang berkembang pesat.